Social Icons

Pages

Rabu, 12 Februari 2014

Kisah Seorang Muallaf dari Australia


Kisah Seorang Muallaf dari Australia

Kesimpulan dari menyaksikan ikrar dua kalimat syahadat di UIN Sunan Kalijaga, oleh saudari 

Lenore Isabel. 




Seorang wanita berkebangsaan Australia,tepatnya didaerah Sydney. Kemarin,07 Februari 2014, ba’da Jumat memutuskan dan menyatakan dirinya untuk menjadi seorang muslim (muallaf) yang dibimbing oleh Kyai pengasuh Pondok pesantren Wahid Hasyim serta disaksikan oleh ratusan jamaah Jumah Masjid UIN SuKa. Yang menjadikan hati ini terharu ialah bukan karna Ikrar yang ia lakukan, namun perjalanan panjang dan kisah yang ia ceritakan dalam mencari agama yang tepat untuk dirinya.
Sebelum sampai di Indonesia, ia telah melakukan perjalanan panjang di berbagai negara baik di negara-negara Eropa maupun Afrika. Dengan satu tujuan yakni mencari agama yang terbaik. Ia melakukan perbandingan antara agama-agama yang ada di dunia, ia mempelajarinya baik dalam kitab suci, budaya relasi sosial dan aspek-aspek lain yang terkandung dalam agama tersebut. Hingga pada akhirnya ia tertarik pada agama Islam.
Ia mengatakan bahwa agama Islam adalah agama yang sangat berbeda dengan agama-agama yang lain, perbedaan tersebut bukan hanya karena jumlah pemeluknya yang terbesar di dunia, namun juga dalam segi budaya,ke-Tuhanan maupun relasi sosial. Ia mengatakan Islam adalah agama yang damai, tidak membeda bedakan satu dengan yang lainnya. Islam adalah agama yang paling ramah, dalam arti solidaritas dan hubungan sesama manusia. Dalam segi kitab sucinya pun ( al-Qur’an ) setelah ia bandingkan diberbagai negara, seluruhnya sama, tidak ada perbedaan. Subhanallah...
Akhirnya dengan sangat tertatih dan susah payah ia dibimbing oleh sang Kyai untuk mengikutinya mengucap “Asyhadu an La ila ha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah” “There is no God except Allah and Muhammad is prophet and the massanger of Allah “ dengan berulang ulang kali, kemudian ia mengganti namanya dari Lenore menjadi Khorijah. Poin penting yang dapat digaris bawahi disini ialah bahwa ia masuk Islam bukan diawalai dari sebuah kepercayaan akan Tuhan terlebih dahulu, bahkan mungkin ia belum mengerti apa itu Tuhan, namun Ia masuk Islam karena  sebuah proses kajian dan riset yang mendalam tentang agama-agama di seluruh dunia, dan dengan kesimpulan yang objektif akhirnya ia menetapkan Islam sebagai agamanya.
 Berarti sungguh telah terbukti, bahwa inilah Islam, harusnya keindahan Islam tidak hanya dirasakan oleh orang-orang muslim saja, namun orang-orang non muslim pun dapat  merasakan bagaimana keindahan agama Islam ,sebagaimana yang dialami oleh saudari Lenore tersebut. Lalu mengapa sesama muslim sendiri harus saling bertengkar bahkan saling mengkafirkan hanya karena berbeda pemahaman tentang menjalankan Islam itu sendiri, bukankah Islam itu Rahmatan lil Alamin ? Bukankah Islam itu Indah ?
Maha suci Allah, yang akan memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang Ia kehendaki.............
Maka dengan kejadian ini saya teringat dengan Prof.Dr.Agelica Neurwith sebagai salah satu ahli sejarah teks al-Quran di Jerman yang didatangkan beberapa bulan yang lalu, dengan melakukan kajian yang panjang pula,ia meyakini bahwa al-Qur’an ialah benar-benar murni dari Tuhan,al-Quran bukanlah buatan manusia, bahkan Ia yakin bahwa Tuhan itu ada. Namun mengapa ia tetap pada agamanya dan belum mau menjadi seorang muslim ? Sedangkan saudari Lenore tadi mau menjadi muslim ?
Saya yakin bahwa hidayah Allah berperan disini, mereka berdua sama-sama sudah meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar, namun pintu hidayah baru dibukakan untuk saudari Lenore , dan Allah belum membukakan pintu hidayah untuk Prof.Angelica Neurwith.
Maka sungguh kita perlu mengkaji ulang jika ada yang mengatakan bahwa ‘kita adalah Islam keturunan saja’,seolah tidak ada rasa syukur kepada Allah yang telah menghendaki kita dilahirkan dari rahim seseorang yang beragama Islam. Karena sesungguhnya Islam dan Iman adalah sebuah anugerah,sebuah hidayah serta nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita. Maka bukankah sangat mudah bagi Tuhan jika belum menghendaki hidayah-Nya diberikan kepada kita,dengan menempatkan dan menghendaki kita dilahirkan dari rahim seorang  non-Muslim serta tidak mengenal Islam hingga akhir hayatnya ?? Naudzubillah....
  Maka bersyukurlah kita yang sejak dilahirkan sudah beragama Islam, selanjutnya tinggallah bagaimana Implementasi dari rasa syukur kita kepada Allah,agar kita selalu bersyukur akan nikmat Islam,Iman serta hidayah yang telah Ia berikan dan agar kita dapat selalu bertaqwa kepada-Nya. Janganlah kita menyia-nyiakannya..
Allahumma tsabbit imanana wa tsabbit qulubana ala din al-Islam waja’alna min ibadika al-syakirin..... Amin Allahumma amin......



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates