Adab Puncak Segala Ilmu
Syekh Hasan al-Basri
salah seorang tokoh sufi yang sangat masyhur dan masih termasuk golongan
Tabi’in berkata :
“ Man la adaba
lahu la ‘ilma lahu, Wa man la Sobaro lahu la dina lahu, Waman la Wara’a lahu la
zulfa lahu” Barang siapa yang tak
ber adab maka tidak ada ilmu baginya, barang siapa yang tidak ber sabar maka
tidak ada agama baginya, dan barang siapa tak menjaga wira’i maka tidak ada
martabat baginya.
Selanjutnya Imam
Nawawi memberikan penjelasan tentang yang dimaksud ber adab atau ber etika
ialah baik dihadapan Allah maupun dihadapan makhluk yakni manusia. Yang
dimaksud dengan tidak sabar ialah pada saat menanggung segala bentuk ujian,
cacian dari manusia, beratnya menjauhi berbagai macam maksiat dan menunaikan
segala hal yang difardukan. Yang terakhir yang dimaksud dengan tidak wira’i
ialah tidak dapat menjauhi perkara yang haram dan syubhat,maka ia tidak
bermartabat di sisi Allah serta tidak ada kedekatan pada Allah pula.
Teringat saat di
pesantren dahulu, banyak Kyai dan Ustadz yang dawuh, Beliau lebih suka kepada
santri yang biasa-biasa saja tapi nurut,istiqomah dan ber adab , daripada
santri yang cerdas tapi tidak nurut ,tidak punya etika dan tidak istiqomah.
Mungkin para kyai dan ustadz-ustadz di pesantren mengikuti perkataan syaikh
Hasan al-Basri diatas Man la adaba lahu la ‘ilma lahu,barang siapa tak beradab
maka tak berilmu. Sebagaimana dijelaskan oleh KH Abdul Mustaqim, bahwa Adab
atau etika adalah puncak dari segala macam bentuk keilmuan. Karena
dipesantren tidak hanya menuntut cerdas secara intelektual, namun di pesantren
menuntut kecerdasan baik secara intelektual maupun spiritual, dan kecerdasan
spiritual yang lebih diutamakan.
Hal ini terkait erat
seperti kata-kata bijak yang sudah tak asing lagi kita dengar ialah “Ibarat
ilmu padi, makin berisi makin merunduk” maka, seseorang yang memiliki ilmu
semakin tinggi, maka ia akan semakin tawadu’ dihadapan manusia.
Sebagai kesimpulan,
maka jadilah orang yang berilmu dan beradab, orang yang cerdas secara
intelektual maupun spiritual dan emosional. Amin Allahumma Amin...


0 komentar:
Posting Komentar