Social Icons

Pages

Rabu, 12 Februari 2014

Adab Puncak Segala Ilmu

Adab Puncak  Segala Ilmu

 

Inspirasi pagi setelah mengkaji kitab Nasoihul ‘Ibad oleh Dr.KH.Abdul Mustaqim :
Syekh Hasan al-Basri salah seorang tokoh sufi yang sangat masyhur dan masih termasuk golongan Tabi’in berkata :
“ Man la adaba lahu la ‘ilma lahu, Wa man la Sobaro lahu la dina lahu, Waman la Wara’a lahu la zulfa lahu” Barang siapa yang tak ber adab maka tidak ada ilmu baginya, barang siapa yang tidak ber sabar maka tidak ada agama baginya, dan barang siapa tak menjaga wira’i maka tidak ada martabat baginya.

Selanjutnya Imam Nawawi memberikan penjelasan tentang yang dimaksud ber adab atau ber etika ialah baik dihadapan Allah maupun dihadapan makhluk yakni manusia. Yang dimaksud dengan tidak sabar ialah pada saat menanggung segala bentuk ujian, cacian dari manusia, beratnya menjauhi berbagai macam maksiat dan menunaikan segala hal yang difardukan. Yang terakhir yang dimaksud dengan tidak wira’i ialah tidak dapat menjauhi perkara yang haram dan syubhat,maka ia tidak bermartabat di sisi Allah serta tidak ada kedekatan pada Allah pula.

Teringat saat di pesantren dahulu, banyak Kyai dan Ustadz yang dawuh, Beliau lebih suka kepada santri yang biasa-biasa saja tapi nurut,istiqomah dan ber adab , daripada santri yang cerdas tapi tidak nurut ,tidak punya etika dan tidak istiqomah. Mungkin para kyai dan ustadz-ustadz di pesantren mengikuti perkataan syaikh Hasan al-Basri diatas Man la adaba lahu la ‘ilma lahu,barang siapa tak beradab maka tak berilmu. Sebagaimana dijelaskan oleh KH Abdul Mustaqim, bahwa Adab atau etika adalah puncak dari segala macam bentuk keilmuan. Karena dipesantren tidak hanya menuntut cerdas secara intelektual, namun di pesantren menuntut kecerdasan baik secara intelektual maupun spiritual, dan kecerdasan spiritual yang lebih diutamakan.
 Hal ini terkait erat seperti kata-kata bijak yang sudah tak asing lagi kita dengar ialah “Ibarat ilmu padi, makin berisi makin merunduk” maka, seseorang yang memiliki ilmu semakin tinggi, maka ia akan semakin tawadu’ dihadapan manusia. 

Sebagai kesimpulan, maka jadilah orang yang berilmu dan beradab, orang yang cerdas secara intelektual maupun spiritual dan emosional. Amin Allahumma Amin...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates