Pemimpin
yang Dirindukan
Manusia sebagai salah satu mahluk di
muka bumi, telah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi pemimpin. Dimulai dari pemimpin
bagi diri sendiri,pemimpin anak-anak,pemimpin keluarga,pemimpin
organisasi,pemimpin daerah,hingga pemimpin bangsa atau negeri. Beberapa ilmuan
mengemukakan tentang makna pemimpin :
1. Kartini Kartono : pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
1. Kartini Kartono : pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
2. Jim Colin :
mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin
yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang
memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan
berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.
3. Dr. Phil. Astrid S. Susanto : pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.
3. Dr. Phil. Astrid S. Susanto : pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.
4. . Modern
Dictionary Of Sociology (1996) : pemimpin (leader) adalah seseorang yang
menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a
person who occupies a central role or position of dominance and influence in a
group).
Kita boleh saja berbeda pendapat mengenai arti dari pemimpin, namun dapat diambil kesimpulan secara global dari beberapa pendapat para ahli mengenai pemimpin,ialah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu maupun kelompok untuk bekerja sama,mencapai tujuan tertentu. Yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa tidak ada seseorang yang disebut pemimpin tanpa adanya orang yang dipimpin, maka dalam hal ini muncullah kata-kata kerja sama, dan setelah adanya kerja sama kemudian ada tujuan tertentu, berarti tujuan ini bukanlah tujuan pribadi dari seorang pemimpin tersebut,namun tujuan ini ialah tujuan bersama.
Hal ini yang sangat penting menjadi sorotan bagi pemimpin-pemimpin dimanapun pada umumnya,dan di Negara ini pada khususnya. Banyak pemimpin di negri ini lupa akan identitasnya,bahwa mereka bergelar pemimpin karena adanya orang-orang yang di pimpin,bekerjasama saling mendukung demi tujuan dan cita-cita bersama. Selayaknya tugas dari pemimpin pada umumnya ialah melayani masyarakat, maka seharusnya seorang pemimpin lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Sebagaimana definisi yang diungkapkan oleh Jim Colin diatas,bahwa pemimpin tidak bekerja berdasarkan ego pribadi,melainkan untuk kepentingan organisasi dan individu dibawahnya. Namun di era globalisasi seperti saat ini, nampaknya semua hal ini hanyalah sebagai teori,sangat berbeda dengan praktik kepemimpinan yang ada di lapangan. Dengan contoh kasus seperti: Gayus Tambunan, Ahmad Fatonah, Nazaruddin, Angelina Sondakh, dll. Berapa banyak uang Negara dan masyarakat yang mereka habiskan untuk kepentingan pribadi,apapun bentuknya. Yang harusnya uang itu untuk kepentingan bersama bahkan mungkin dapat memperbaiki perekonomian Negara , harus habis dengan sia-sia karena cara-cara kurang terpuji yang mereka lakukan. Lalu dimanakah pemimpin-pemimpin yang dapat kita banggakan, pemimpin yang dapat mensejahterkan kelompok dan masyarakatnya ? pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ? atau mungkin pemimpin-pemimpin bangsa ini, semua sudah terbawa gaya hidup yang modernis dengan mindset yang matrealistis ? inilah yang terus menjadi renungan dan pertanyaan bagi masyarakat negeri ini.
Sedikit mengambil pelajaran tentang mantan presiden Iran, Mahmoed Ahmadinejaad. Seorang presiden yang mendapat gelar,presiden termiskin didunia. Presiden yang menjadi sorotan seluruh masyrakat di dunia dan sangat dicintai oleh masyarakat Iran tentunya. Berbagai media mengabarkan tentang seorang sosok pemimpin seperti Ahmadinejaad, tentang gaya hidupnya serta kepemimpinannya.
Kita boleh saja berbeda pendapat mengenai arti dari pemimpin, namun dapat diambil kesimpulan secara global dari beberapa pendapat para ahli mengenai pemimpin,ialah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu maupun kelompok untuk bekerja sama,mencapai tujuan tertentu. Yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa tidak ada seseorang yang disebut pemimpin tanpa adanya orang yang dipimpin, maka dalam hal ini muncullah kata-kata kerja sama, dan setelah adanya kerja sama kemudian ada tujuan tertentu, berarti tujuan ini bukanlah tujuan pribadi dari seorang pemimpin tersebut,namun tujuan ini ialah tujuan bersama.
Hal ini yang sangat penting menjadi sorotan bagi pemimpin-pemimpin dimanapun pada umumnya,dan di Negara ini pada khususnya. Banyak pemimpin di negri ini lupa akan identitasnya,bahwa mereka bergelar pemimpin karena adanya orang-orang yang di pimpin,bekerjasama saling mendukung demi tujuan dan cita-cita bersama. Selayaknya tugas dari pemimpin pada umumnya ialah melayani masyarakat, maka seharusnya seorang pemimpin lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Sebagaimana definisi yang diungkapkan oleh Jim Colin diatas,bahwa pemimpin tidak bekerja berdasarkan ego pribadi,melainkan untuk kepentingan organisasi dan individu dibawahnya. Namun di era globalisasi seperti saat ini, nampaknya semua hal ini hanyalah sebagai teori,sangat berbeda dengan praktik kepemimpinan yang ada di lapangan. Dengan contoh kasus seperti: Gayus Tambunan, Ahmad Fatonah, Nazaruddin, Angelina Sondakh, dll. Berapa banyak uang Negara dan masyarakat yang mereka habiskan untuk kepentingan pribadi,apapun bentuknya. Yang harusnya uang itu untuk kepentingan bersama bahkan mungkin dapat memperbaiki perekonomian Negara , harus habis dengan sia-sia karena cara-cara kurang terpuji yang mereka lakukan. Lalu dimanakah pemimpin-pemimpin yang dapat kita banggakan, pemimpin yang dapat mensejahterkan kelompok dan masyarakatnya ? pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ? atau mungkin pemimpin-pemimpin bangsa ini, semua sudah terbawa gaya hidup yang modernis dengan mindset yang matrealistis ? inilah yang terus menjadi renungan dan pertanyaan bagi masyarakat negeri ini.
Sedikit mengambil pelajaran tentang mantan presiden Iran, Mahmoed Ahmadinejaad. Seorang presiden yang mendapat gelar,presiden termiskin didunia. Presiden yang menjadi sorotan seluruh masyrakat di dunia dan sangat dicintai oleh masyarakat Iran tentunya. Berbagai media mengabarkan tentang seorang sosok pemimpin seperti Ahmadinejaad, tentang gaya hidupnya serta kepemimpinannya.
1. Saat pertama
kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran
yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan
menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinyanya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
2. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinyanya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
3. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan
kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah
sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji
bulanannya.
4. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
4. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
5. Saat harus
menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak
terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur
di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan
posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari
pengawal-pengawalnya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran
Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh
media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Inilah beberapa hal tentang
Ahmadinejaad, baik gaya hidup maupun tentang kepemimpinannya. Bukanlah sugesti
tentang kemiskinan yang akan ditekankan dan diambil pelajaran dalam contoh ini,
namun yang perlu di ambil pelajaran ialah :
Yang pertama, dengan kejadian-kejadian tersebut dapat dilihat bahwa Ia benar-benar mencintai rakyatnya,lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Yang kedua, dengan jabatannya sebagai seorang presiden tidak membuatnya sebagai kacang lupa kulitnya,bahwa ia di beri amanah oleh rakyat untuk mensejahterkan masyrakat dan negaranya. Yang ketiga,sudah pasti ia menjadi presiden bukan untuk memperkaya diri dan tidak matrealistis. Mungkin 3 poin inilah yang dirindukan oleh masyarakat di seluruh dunia dan Negara ini pada khususnya kepada para pemimpin bangsa.
Yang pertama, dengan kejadian-kejadian tersebut dapat dilihat bahwa Ia benar-benar mencintai rakyatnya,lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Yang kedua, dengan jabatannya sebagai seorang presiden tidak membuatnya sebagai kacang lupa kulitnya,bahwa ia di beri amanah oleh rakyat untuk mensejahterkan masyrakat dan negaranya. Yang ketiga,sudah pasti ia menjadi presiden bukan untuk memperkaya diri dan tidak matrealistis. Mungkin 3 poin inilah yang dirindukan oleh masyarakat di seluruh dunia dan Negara ini pada khususnya kepada para pemimpin bangsa.
Oleh : Idris
Ahmad Rifai, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Alamat asal : Lampung
TTL : Bandarlampung,3 Juli 1994
Alamat tinggal
: Jl. Imogiri Timur.Km 8 Bantul Yogyakarta
No Hp : 085766655535
No Rekening : 0267610025
( BANK BNI )


