Social Icons

Pages

Senin, 16 September 2013

Pemimpin Yang Dirindukan


Pemimpin yang Dirindukan 


            Manusia sebagai salah satu mahluk di muka bumi, telah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi pemimpin. Dimulai dari pemimpin bagi diri sendiri,pemimpin anak-anak,pemimpin keluarga,pemimpin organisasi,pemimpin daerah,hingga pemimpin bangsa atau negeri. Beberapa ilmuan mengemukakan tentang makna pemimpin :
1. Kartini Kartono : pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
2. Jim Colin : mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.
3. Dr. Phil. Astrid S. Susanto : pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.
4. . Modern Dictionary Of Sociology (1996) : pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).
            Kita boleh saja berbeda pendapat mengenai arti dari pemimpin, namun dapat diambil kesimpulan secara global dari beberapa pendapat para ahli mengenai pemimpin,ialah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu maupun kelompok untuk bekerja sama,mencapai tujuan tertentu. Yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa tidak ada seseorang yang disebut pemimpin tanpa adanya orang yang dipimpin, maka dalam hal ini muncullah kata-kata kerja sama, dan setelah adanya kerja sama kemudian ada tujuan tertentu, berarti tujuan ini bukanlah tujuan pribadi dari seorang pemimpin tersebut,namun tujuan ini ialah tujuan bersama.
Hal ini yang sangat penting menjadi sorotan bagi pemimpin-pemimpin dimanapun pada umumnya,dan di Negara ini pada khususnya. Banyak pemimpin di negri ini lupa akan identitasnya,bahwa mereka bergelar pemimpin karena adanya orang-orang yang di pimpin,bekerjasama saling mendukung demi tujuan dan cita-cita bersama. Selayaknya tugas dari pemimpin pada umumnya ialah melayani masyarakat, maka seharusnya seorang pemimpin lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Sebagaimana definisi yang diungkapkan oleh Jim Colin diatas,bahwa pemimpin tidak bekerja berdasarkan ego pribadi,melainkan untuk kepentingan organisasi dan individu dibawahnya. Namun di era globalisasi seperti saat ini, nampaknya semua hal ini hanyalah sebagai teori,sangat berbeda dengan praktik kepemimpinan yang ada di lapangan. Dengan contoh kasus seperti: Gayus Tambunan, Ahmad Fatonah, Nazaruddin, Angelina Sondakh, dll. Berapa banyak uang Negara dan masyarakat yang mereka habiskan untuk kepentingan pribadi,apapun bentuknya. Yang harusnya uang itu untuk kepentingan bersama bahkan mungkin dapat memperbaiki perekonomian Negara , harus habis dengan sia-sia karena cara-cara kurang terpuji yang mereka lakukan. Lalu dimanakah pemimpin-pemimpin yang dapat kita banggakan, pemimpin yang dapat mensejahterkan kelompok dan masyarakatnya ? pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ? atau mungkin pemimpin-pemimpin bangsa ini, semua sudah terbawa gaya hidup yang modernis dengan mindset yang matrealistis ? inilah yang terus menjadi  renungan dan pertanyaan bagi masyarakat negeri ini.
            Sedikit mengambil pelajaran tentang mantan presiden Iran, Mahmoed Ahmadinejaad. Seorang presiden yang mendapat gelar,presiden termiskin didunia. Presiden yang menjadi sorotan seluruh masyrakat di dunia dan sangat dicintai oleh masyarakat Iran tentunya. Berbagai media mengabarkan tentang seorang sosok pemimpin seperti Ahmadinejaad, tentang gaya hidupnya serta kepemimpinannya.
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinyanya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
 3. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
 4. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
5. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
            Inilah beberapa hal tentang Ahmadinejaad, baik gaya hidup maupun tentang kepemimpinannya. Bukanlah sugesti tentang kemiskinan yang akan ditekankan dan diambil pelajaran dalam contoh ini, namun yang perlu di ambil pelajaran ialah :
Yang pertama, dengan kejadian-kejadian tersebut dapat dilihat bahwa Ia benar-benar mencintai rakyatnya,lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.  Yang kedua, dengan jabatannya sebagai seorang presiden tidak membuatnya sebagai kacang lupa kulitnya,bahwa ia di beri amanah oleh rakyat untuk mensejahterkan masyrakat dan negaranya. Yang ketiga,sudah pasti ia menjadi presiden bukan untuk memperkaya diri dan tidak matrealistis. Mungkin 3 poin inilah yang dirindukan oleh masyarakat di seluruh dunia dan Negara ini pada khususnya kepada para  pemimpin bangsa.

Oleh : Idris Ahmad Rifai, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Alamat asal      :  Lampung
TTL                 : Bandarlampung,3 Juli 1994
Alamat tinggal :  Jl. Imogiri Timur.Km  8 Bantul Yogyakarta
No Hp             : 085766655535
No Rekening   : 0267610025  ( BANK BNI )





Senin, 18 Maret 2013

Deskripsi Pesantren di Indonesia



                Pesantren atau Pondok Pesantren adalah sekolah pesantren di Indonesia. Menurut salah satu tradisi populer, sistem pendidikan pesantren berasal dari pondokan tradisional Jawa, asrama. Dan ada istilah-istilah lain yang digunakan di seluruh dunia untuk lembaga yang hampir sama dengan pesantren yang kita kenal di Indonesia,meski  tujuan kajiannya yang berbeda-beda. Seperti ashram untuk Hindu atau vihara bagi umat Buddha untuk belajar filsafat agama, seni bela diri dan meditasi. Lembaga seperti ini ditemukan di seluruh dunia Islam dan disebut pondok di Malaysia dan Thailand Selatan dan madrasah Islamia (Islam madrasah) di India dan Pakistan dan banyak dari dunia berbahasa Arab. Pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang keagamaan, khususnya melalui studi bahasa arab, tradisi penafsiran, ungkapam hukum, Nabi dan logika. Istilah pesantren berasal dari akar kata santri atau siswa - pe-santri-an atau tempat santri.
               

 Sebagai lembaga sosial, pesantren telah memainkan peran utama selama berabad-abad. Mereka menekankan nilai-nilai inti dari keikhlasan, kesederhanaan, solidaritas individu, otonomi dan kontrol diri. Pria dan wanita muda yang terpisah dari keluarga mereka, yang memberikan kontribusi untuk rasa komitmen individu untuk iman dan menutup ikatan dengan seorang guru.
                Kebanyakan 'pesantren' memberikan hidup perumahan atau asrama dengan biaya rendah atau tidak ada untuk siswa (Santri). Tipe dua sistem pendidikan ini telah dilaksanakan sepanjang hari. Siswa di pesantren memiliki hampir 20 jam kegiatan mulai dari doa pagi mulai pukul 4 pagi sampai tengah malam di mana mereka mengakhiri malam dengan kelompok belajar di asrama. Pada siang hari, para siswa menghadiri sekolah formal (yang wajib sampai sekolah menengah tahun 2005) seperti mahasiswa lain di luar pesantren, dan di sore hari dan malam mereka harus menghadiri ritual agama diikuti oleh studi agama dan studi kelompok untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.
                Pesantren memberikan kepada warga negara Indonesia dengan biaya rendah, meskipun saat ini beberapa pesantren modern membebankan biaya yang lebih tinggi dari sebelumnya, mereka masih jauh lebih murah daripada non-lembaga pendidikan pesantren. Ada sebagian pesantren dengan pola tradisional adalah bagi siswa untuk bekerja di sawah kepala sekolah dalam pertukaran untuk makanan, tempat tinggal, dan pendidikan.

Semua pesantren dipimpin oleh sekelompok guru dan tokoh agama yang dikenal sebagai Kyai. . Kyai dihormati sebagai guru dan orang yang taat. Kyai juga memainkan peran penting dalam masyarakat sebagai pemimpin agama dan dalam beberapa tahun terakhir sebagai tokoh politik. Ada keluarga Kyai yang memiliki sejarah panjang melayani dalam peran ini. Beberapa Kyai kontemporer merupakan cucu dan cicit dari tokoh-tokoh sejarah terkenal yang mendirikan pesantren terkenal.

Dimulai pada paruh kedua dari Twentieth Century, pesantren mulai menambahkan beberapa mata pelajaran sekuler dengan kurikulum mereka sebagai cara negosiasi Modernitas. Penambahan kurikulum negara diakui telah mempengaruhi pesantren tradisional dalam beberapa cara. Hal ini menyebabkan kontrol yang lebih besar oleh pemerintah nasional. Hal ini juga membatasi jumlah jam yang tersedia untuk mata pelajaran tradisional membuat untuk keputusan sulit. Banyak pemimpin pesantren memutuskan bahwa pelatihan pemimpin agama bukanlah satu-satunya tujuan mereka dan sekarang sudah cukup untuk meluluskan para pemuda dan pemudi yang memiliki moralitas Kyai. Pengurangan jam tersedia untuk saat ini menguasai dua kurikulum telah menyebabkan praktis perubahan. Sementara itu masih mungkin bagi anak-anak miskin untuk bekerja dalam usaha ekonomi Kyai (lebih dari sekedar sawah hari ini), kebanyakan orangtua akan membayar baik kamar dan papan dan kuliah kecil. Waktu yang digunakan untuk menghabiskan waktu bekerja, kini dihabiskan dalam pendidikan sekuler.

Pesantren kurikulum memiliki empat komponen mungkin:

  1.     tradisional pendidikan agama, yang disebut ngaji;
  2.     Pemerintah diakui kurikulum (ada dua jenis yang berbeda untuk memilih dari);
  3.     keterampilan kejuruan pelatihan;
  4.     pengembangan karakter.


Pesantren berbeda untuk tingkat bahwa mereka terlibat masing-masing komponen, namun semua merasa bahwa pengembangan karakter bagi siswa adalah karakteristik mendefinisikan pesantren manapun.

Melalui desain ulang kurikulum orang pesantren terlibat dalam proses (re) modernitas membayangkan. Modernitas harus menjadi yang pertama dibayangkan sebagai berpotensi berbahaya dalam hal moral yang sering menyertainya. Ini kemudian harus dibayangkan sebagai ditarik, bahwa hal itu dapat terlepas dari satu set "bermasalah" moral dan disambungkan dengan moralitas Islam .

Salah satu tokoh pesantren di Indonesia adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden Indonesia. Ia berpendidikan di pesantren selama masa mudanya dan tumbuh sebagai cucu dari Kyai, pendiri salah satu organisasi politik keagamaan Indonesia, Nahdlatul Ulama. Gus Dur sendiri adalah kepala organisasi ini dari tahun 1984 sampai 1999. Setelah masa jabatannya sebagai Presiden Indonesia, Gus Dur kembali ke mengajar di pesantren di Ciganjur.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates